Sabtu, 23 Oktober 2010

NASKAH INI MENANG DALAM WN HOW LEUTIKA ARE YOU? DENGAN BANYAK LIKE 52

                                 LEUTIKA PEMILIK HATIKU

                                                   

Sebenarnya dunia facebook sudah lama aku jelajahi, tetapi tidak untuk hal yang bermanfaat. Hampir tiap jam ia aku kunjungi hanya sekedar melihat pemberitahuan yang menurutku kadang nggak penting. Dua bulan belakangan ini aktivitasku dalam dunia facebook telah berganti dan Alhamdulillah ke arah yang lebih baik.

Tepat akhir bulan Juli, aku berkunjung ke salah satu akun teman facebookku yang sejujurnya tidak aku kenal. Ya, mungkin karena kegemaranku add sana- sini sehingga facebookku penuh dengan orang yang tidak aku kenal dan pastinya mereka juga nggak kenal aku. Hehehe ( jadi malu, deh)

Kembali pada topik saat aku membuka akun salah satu teman ‘maya’ku. Aku melihat wallnya yang diramaikan oleh komentar akan sebuah gambar yang isinya aneh menurutku. Audisi Penulis Buku Setan  911. Kok ada pula lah yah audisi aneh gini? batinku. Aku baca semua komentar dari para komentator setia gambar itu. Ada yang terpukau, ada pula yang merasa aneh sepertiku, tetapi ada pula yang dengan tegas menyatakan ingin ikut audsi tersebut maka aku pun yang ikut kesurupan hantu penasaran membuka akun pelaksana audisi tersebut. Aku buka Leutika Publisher. Nama yang cakep menurutku. Mak jang,  banyak kali temannya ( logat batak). Apa pula istimewanya? Aku terus bertanya dalam hati. Kutelusuri wall, catatan dan album Leutika. Aku terpana melihat banyak lomba- lomba yang sudah pasti menumbuhkan kreatifitas generasi muda bahkan lanjut usia. Apa ada lansia yang ikut? Ya , yang tua kan juga mau hebat. Hehehe. Aku menjadi tertarik dengan even- even yang diadakan oleh Leutika maka aku add lah hari itu juga Leutika Publisher dengan harapan dapat diterima oleh teman- teman yang lainnya. Setelah Leutika menerimaku sebagai temannya, aku semakin yakin bahwa Leutika adalah sosok penerbit yang ramah dan bersahaja.  Aku menjadi rajin membuka akun Leutika Publisher, menyapanya lewat wall dan nimbrung di status- statusnya yang menarik hati. Hal lain yang aku suka dari Leutika adalah mau menyempatkan diri membalas komentar juga wall dariku yang notabene adalah teman barunya. Ya, bisa dibilang Leutika friendship, care dan fair.

Mantaplah pokoke!

Pengalaman baruku dalam dunia tulis menulis adalah mengikuti even Leutika, Audisi Penulis Buku Setan 911. Walaupun, sempat binggung mau buat cerita apa, tetapi aku tetap gencar mencari bahan naskahku. Naskahku saat itu aku dapatkan dari orang yang terpercaya yaitu sahabatku sejak SMA. Aku menulis kisah temannya yang berbau pelet asmara kekasihnya. Yang ada di benakku saat itu bukanlah kemenangan walau sebenarnya pingin, tetapi keberanianku mempublikasikan karya pertamaku kepada penerbit hebat seperti Leutika. Ya, walaupun ternyata takdir  naskahku emang tidak lolos. Hehehe. Oya, ada lagi nih kelebihan Leutika. Saat aku mengirim naskah ke email Leutika ada rasa khawatir jika naskahku nggak sampai dengan selamat. Aku sempat nanya Leutika lewat wall dan dengan baik hatinya Leutika menjawab pertanyaanku bahwa konfirmasi naskah bisa dilihat di email pengirim. Syukur deh, Leutika termasuk pelaksana lomba yang baik karena lagi- lagi bersedia menyempatkan diri memberi konfirmasi sehingga pengirim naskah dapat bobok tenang, deh. Mantap!

Satu kalimat buat Leutika dari aku si gadis manis dan baik hati, “ Kau Pemilik Hatiku.”

LEWAT NASKAHKU INI AKU TERPILIH SEBAGAI SAHABAT PALING KREATIF UNSA OKTOBER 2010 (FINAL)

                             AKU DAN KETIGA SAHABAT
Kisahku dan ketiga sahabatku akan peristiwa yang terjadi pada kami saat bulan Ramadhan sampai hari kemenangan kupersembahkan untuk sahabat di mana pun kalian berada.


Liburan kuliah telah tiba. Sorak gembira terdengar dari dalam kelasku. Teman- teman yang telah lama menunggu momen ini termasuk aku dan ketiga sahabatku ikut meramaikan kelas yang sempit dengan suara nyaring kami karena sungguh rasa rindu untuk berkumpul bersama keluarga di kampung telah penuh dalam celengan hati.

Ada sedih yang terpancar di raut muka ketiga sahabatku yang sangat aku sayangi. Kami akan berpisah sementara waktu. Mbak Mariah akan pulang ke Padang, Etek Siti ke Kabanjahe, Uni Diana ke Kisaran dan aku, Dedek kecil pulang ke Batubara. Walaupun masih satu pulau yaitu Sumatra, tetapi daerahnya berbeda yang  membuat kami tak dapat berkunjung karena jaraknya yang jauh. Sungguh sangat menambah kesedihan buat kami yang telah terbiasa bersama saat suka maupun duka.

Perpisahan itu tiba. Kami pulang ke kampung halaman masing- masing untuk berkumpul bersama keluarga yang telah menanti kepulangan kami. Keluaraga yang juga menyimpan rindu yang dalam pada kami.
Hari demi hari kami lalui semua di kampung. Tapi, komunikasi dengan sahabat tetap kami jaga. Setidaknya kabar selalu kami ketahui.

Ini masa yang sangat berat. Kabar kuperoleh dari Etek bahwa gunung Sinabung yang tak jauh dari rumahnya aktif kembali dan ada kemungkinan meletus. Mbak dan Uni juga mengabarkan hal yang sama. Mereka menyimpan kekhawatiran yang hebat buat Etek. Rasa yang juga melandaku. Aku bercerita pada Mamakku akan hal yang menimpa Etek untuk menenangkan hatiku yang gelisah.. Aku mencari solusi, tapi apa daya hanya doa dan kata- kata penguat yang dapat  kuberi padanya. Aku tidak dapat turun langsung ke daerah rumahnya. Setiap hari aku selalu bertanya kabar Etek, adik dan Mamaknya. Ayah Etek telah meninggal dunia sehingga Etek sebagai anak terbesarlah yang berusaha keras membantu, melindungi, serta menjaga Mamak dan adiknya. Aku kagum padanya karena sangat tegar menghadapi semua tanpa mengeluh dan marah pada Allah. Etek, sahabatku yang hebat!

Kabar kuperoleh kembali, tetapi ini dari Uni. Ia mengabarkan bahwa ia sedang sakit. Dia muntah- muntah, pusing dan dadanya terasa sesak yang membuatnya sulit bernafas. Ia menangis saat menceritakan sakitnya. Sungguh aku tak sanggup mendengar kabar itu. Aku tak bisa membayangkan sahabatku menahan sakit yang luar biasa, tetapi aku tak dapat merawatnya bahkan untuk  menjenguknya saja aku tak bisa. Tapi, tak henti kuberdoa buat sahabatku agar Allah segera menarik segala sakit yang melanda Uni. Aku yakin Uni kuat dan sabar dalam menerima semua itu.

Hari kemenangan kusambut dengan hati yang bahagia. Aku yang bahagia bersama sanak saudara tidak lupa dengan sahabatku yang jauh di mata, begitu juga mereka. Kami memutuskan untuk mengkonfrensikan telpon kami sehingga kami dapat ngobrol berempat walau dengan jarak yang jauh. Seperti biasanya saat kami berkumpul di kampus begitulah saat itu di telpon. Kami tertawa bareng, bercanda juga curhat tentang apa yang dirasakan. Sangat menyenagkan. Kami tak lupa memberikan kekuatan buat Etek yang masih ditimpa musibah Sinabung. Mengharukan, tapi aku merasa kebersamaan yang luar biasa.

Lebaran ke 5. Handphoneku berdering. Kulihat di layar tertera pesan dari Mbak Mariah. Aku tercengang membaca pesan darinya. Aku tak percaya.

Dek, Ayah dan Mamak Mbak masuk rumah sakit. Dirawat karena sakitnya kambuh. Mbak sedih, Dek.


Kemanakan Mbak yang besar meninggal, Dek. Semalam jatuh dari kereta. Dua adik Mbak juga sakit demam karena mendengar saudaranya meninggal. Mbak bingung, Dek. Doakan, Mbak dan keluarg,  ya!


Aku merasa tak berguna saat itu. Apa yang bisa aku lakukan saat sahabatku tertimpa musibah begitu? Aku menangis membaca pesan dari Mbak. Kubalas dengan penuh rasa penyesalan karena tak dapat menguatkan sahabatku secara langsung. Aku semakin sedih saat membaca sms dari Etek dan Uni yang memberi kabar apa yang sedang Mbak hadapi. Sungguh sulit bagiku berpisah dengan sahabat- sahabatku tersebut. Doaku saat itu Mbak diberikan kekuatan dan kesabaran yang berlipat- lipat ganda menerima kenyataan itu. Aku percaya itu diberikan kepada Mbak karena Allah sayang padanya.

Beberapa hari kemudian, penyakit langgananku kambuh, tetapi kurasa itu lebih parah. Alergi, flu dan batuk menyerangku saat itu. Nafasku menjadi sesak karena batuk yang tak mau berhenti. Orangtuaku sibuk dan khawatir. Aku dibawa ke rumah sakit. Dengan tegas aku menolak untuk rawat inap saat dokter menganjurkan. Aku bersedia minum obat saja. Sungguh hari itu aku mengira nafasku akan berhenti, tetapi Allah berkehendak lain sampai detik ini aku masih merasakan nikmat Allah yang tak pernah berhenti buatku. Sahabat- sahabatku mengirim sms berulang kali saat tahu kondisiku. Aku mengirim sms kepada Uni  memberikan kabar tentangku. Dan tak lupa aku tuliskan kalimat terakhir pada Uni bahwa aku belum bisa ngomong panjang sehingga aku hanya meladeni sms yang masuk.  Lagi sakit saja sempat sok. Hehehe
Perpisahan yang sangat menyedihkan buat kami terkhusus bagiku. Tapi. sungguh semua ada hikmahnya karena aku sangat merasakan bahwa kebersamaan itu berharga mahal. Arti persahabatan sangat terasa saat duka menghampiri dan dapat dilalui bersama walaupun jarak memisahkan.

Aku sangat sayang pada ketiga sahabatku karena mengerti apa yang aku rasakan baik suka maupun duka.
Untuk Sahabat, aku berbagi kisah ini. Untuk Sahabat kupersembahkan yang terbaik.

Semoga bermanfaat.
Salam Untuk Sahabat

NASKAHKU LOLOS UNTUK PERTAMA KALINYA

Pengumuman Naskah yang lolos

Berikut nama-nama yang karyanya lulus seleksi dan akan dibukukan dalam “Meniti Jejak Bocah di Peti Sejarah”
  1. Aka – Bocah-bocah Tlansin
  2. Al-Riyhan – Raja Patok Lele Desa Siabun
  3. Aney Maysarah – Beras Ketan
  4. Arif Zunaidi – Jumprit
  5. Arien – Pak Polisi dan Gebetan
  6. Deezna Valeria – Kesetiaan dalam Lingkaran jamur
  7. Dewi Iriani – Asyiknya Adu Biji Asam
  8. Dewi Irianti – Sunda Manda
  9. Dewi Muliyawan – Sapu Gatrik
10.  Elasofa – patungan yuk
11.  Endang Ahmad SS. – Chef Kampung
12.  Eros Rosita – Ketika Menara Itu Roboh
13.  Fauziah Harsyah – Bersamamu Kita Menciptakan
14.  Gendut Pujianto – Permainan Benthik
15.  Husna Amalia (Strategi Bancakan)
16.  Irfan Azizi – Berputar Bersama Gasing
17.  Lukman Hakim Husnan – Bethengan
18.  M. Hadi – Pistol Korek Api
19.  Mia Wawa – Jamuran(Mengajarkan Bersosialisasi)
20.  Nidi RM – Ucang-ucang Angge-Angge Bermain Sambil Bernyanyi
21.  Prita HW – Bekel dan Kempyeng Ever After
22.  Randy Wahyudi – Kapal Pelepah Pisang yang Batal Berlayar
23.  Riawani Elyta – Kaleng Lebaran
24.  Rio Juwanda – Tawa Bocah-Bocah Berdarah
25.  Riska Salsabila – Kotak Pos
26.  Tia Marty – Mengenang Ular naga panjang
27.  Wafiyyatunnisa Asy Syu’lah – Biji Saga
28.  Wahyu Ameer –Singkong Bukan Singkong
29.  Yelfi Rahmi – Bermain Joli
30.  Yuli Duryat – Indahnya memori Kodok-Kodokan

Selamat bagi yang lolos. Bagi yang belum lolos jangan berkecil hati karena kalian juga adalah pemenang. Walau sebenarnya banyak sekali naskah yang menyuguhkan jenis permainan yang sama hanya berbeda nama. Semangat....
Adapun yang menjadi penilaian kami adalah :
-            Kesesuaian tema
-            Cara bercerita yang menarik
-            Penggunaan kata yang baik
-            Ada nilai yang bisa diambil dari permainan tersebut

NB : Buat nama-nama diatas diharapkan mengirimkan biodata dalam bentuk deskripsi. Mohon dicantumkan no telepon yang bisa dihubungi, alamat, email paling lambat hari Minggu, 24 Oktober 2010. Kirim ke email permainankecilku@gmail.com dengan subject : BIODATA.

Terima kasih atas partisipasinya. :)

Sabtu, 25 September 2010

KEDUA ORANGTUAKU SEMANGAT DALAM LANGKAHKU YANG LUAR BIASA

HIDUPKU BERARTI JIKA MAMAK DAN AYAH SELALU BERSAMAKU


KEBERSAMAAN KEDUA ORANGTUAKU YANG TAK AKAN PERNAH TERGANTI

MBAK WIN R.G DALAM KEBAHAGIANNYA

SENYUMAN SEORANG WIN R. G YANG MENYEJUKKAN HATIKU

WIN R.G DENGAN ANGGOTA FLP SEMBARI MEMEGANG NOVEL PERDANANYA

KEBERSAMAAN YANG SANGAT INDAH

Jumat, 24 September 2010

UCAPAN LEBARANKU DI GRUP UNTUK SAHABAT

LOMBA “UCAPAN HARI RAYA UNTUK SAHABAT”

Baca Al Quran sebagai pedoman
Membacanya di serambi rumah
Fauziah gadis yang ramah
Selalu ucapkan salam pembuka pertemuan
Asslamua’laikun teman- teman !

Jalan- jalan ke kota Paris
Lihat rumah berbaris- baris
Ini Fauziah si gadis manis
Mencoba lomba tulis menulis

Takbir menggema indah di penjuru dunia. Umat Islam menyambut bahagia. Menyerukan kalimat Allah Akabar… Allah Akabar… Allah Akabar…

Liat… Liat…Liat…

Dang Aji ketik sms Untuk Sahabat
Pengganti diri dalam mengundang
Sms dibaca, sahabat melotot dan komat kamit
Karena diundang makan gratis Opor dan Ketupat ala Dang Aji yang baik hati

Tiga Puisiku yang Untuk Pertama kalinya Nongkrong di Harian Analisa 11 Agustus 2010

MENCINTAI SANG MAHA CINTA

Kulabuhkan kapal di mulut dermaga
Yang membawaku menyisir lautan luas
Mencari sepercik jawaban tanyaku
Siapa pencipta alam yang megah ini
Luar biasa kekuatanNya
Mampu mengukir cinta di hatiku
Dengan taburan kasih dan sayang
Ia cinta sejatiku takkan terganti
Ialah Sang Maha Cinta
Hidup dan tumbuh di sanubari


ZIKIR UNTUK CINTA SEJATI

Kusujudkan dahi menghadap kiblat
Membaca ayat- ayat syafa’at
Tangan besimpuh mengirim harap pada zat terpuji
Bersyukur atas rahmat dunia akhirat
Kutundukkan kepala ini
Menggerakan butir- butir tasbih
Berzikirku pada Sang Pengasih
Mengirim kalimat suci
Untuk yang terkasih
Wahai cinta sejati
Dihidup dan mati


NIKMAT SUBUH INI

Sejuk subuh ini kurasa
Dingin sisa hujan malam tadi masih bersisa
Angin berhembus kencangIlalang ikut bergoyang
Mereka tahu bahagiaku sedang bergemuruh
Doaku dijabah Illahi
Bacaan kitab suciku membangunkan tidurnya
Tuk bersujud menyembah Maha Kuasa
Kubersyukur atas nikmat subuh yang istimewa
Ayahandaku tercinta kembali kefitrahNya

Dan Ini adalah Komentar Mbak Win sebelum kuputusakan mengirimnya ke Analisa. Mbak Win R.G adalah inspirasiku, penulis novel Bintang serta Biarkan Bintang Benderang.

Oke Zye, dah bagus nih. Sekarang ketik tiga puisi ini di words, simpan di flash disk. Ntr zye kirim ke ...... aduh lupa mbak alamatnya. NTr mb email atau sms aja, ke Analisa utk puisi yg hari Rabu.

Nah, di subjeknya Zye buat "Puisi Rabu Ramadhan"

Di bagaian teksnya Zye kenalan dulu, tuliskan nama Zye, alamt, status, no hp dan Zye harus menyatakan bhw puisi Zye yg Zye kirim itu adalah orisinil karya Zye sndiri dan blm pernh dikrm di media manapun juga.

Udah, gitu aja. Gampang kan? klu mmg udh dikirm jgn lupa dicek tiap Rabu korannya, barangkali keluar. Mb harap malah memang bisa keluar.

Ada yg mau ditanya? klu mau cpt via sms aja.

MB tggu kbr selanjutnya.

Ini alamt Analisa (emailnya) : online@analisadaily.com

Sukses y, klu ada yg masih bingung tanya aja.

Terima Kasih wahai mbakku sayang. Engkau telah bersedia menjadi editor dan motivatorku selama ini.
Zye sayang Mbak.